Loading...

Minggu, 23 September 2012

Pahala Besar Menjadi Orang Tua Asuh Anak Yatim


Ada banyak alasan mengapa program orang tua asuh digalakan di banyak negara, termasuk di Indonesia yang di masa Pemerintahan Presiden Soeharto (alm.) dulu hingga dibentuk Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) yang sampai sekarang masih tetap eksis. Dan kini dengan adanya internet, program orang tua asuh ini telah banyak pula dilakukan oleh berbagai lembaga lainnya, termasuk perseorangan yang menjembatani antara anak yang memerlukan bantuan dengan calon orang tua asuhnya.
Menjadi orang tua asuh memang merupakan sebuah perbuatan mulia, terlebih apabila menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim dan piatu yang telah kehilangan lindungan dan kasih sayang dari orang tuanya. Dalam Islam sendiri, perhatian kepada anakk yatim ini sangat serius. Melalui beberapa ayatnya, al Qur’an menunjukkan hal tersebut, misalnya pada beberapa ayat berikut, yang artinya :
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, …”. (Q.S. Al Baqarah, 2 : 177)
“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, …”. (Q.S. Al Baqarah, 2:215)
“…Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….”.  (Q.S. Al Baqarah, 2:220)
 “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim,” (Q.S. Al Maa´uun, 107:1-2)
Dengan ayat-ayat tersebut maka sudah jelas, bahwa siapapun yang peduli terhadap anak yatim , maka Insya Allah pahalanya sangat besar. Dari beberapa sumber yang saya baca, beberapa keutamaan lain dari memelihara anak yatim ini, diantaranya :
  1. Menjadi teman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga – Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yag mengasuh/menyantuni anak yatim di surga seperti ini.” Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya.
  2. Menumbuhkan sikap lemah lembut – Riwayat sebuah hadist : Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeluhkan hatinya yang membatu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah kamu suka hatimu menjadi lembut dan terpenuhi keperluanmu ? Belas kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan dari masakanmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan terpenuhi hajatmu.”
  3. Menjauhkan diri dari sifat kikir – Terbiasa menafkahkan harta di jalan Allah jelas akan mengikis habis sifat kikir seseorang.
  4. Menjadi pengikut setia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam – Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang tua.”
  5. Bertambah rezekinya – Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah kamu ditolong dan diberi rezeki, kecuali karena kamu menolong orang-orang yang lemah.”
Jadi, bagi anda yang sudah mampu memenuhi kebutuhan keluarga anda sendiri, mengapa tidak anda coba menjadi orang tua asuh, khususnya bagi anak-anak yatim ? Jangan takut menjadi miskin, insya Allah rejeki anda malah akan bertambah. Amiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar